Emosi di Balik Dapur Kubur Singapura yang Sunyi
Bayangkan berjalan di tengah bandar Singapura yang sibuk, tapi tiba-tiba anda terserempak dengan Dapur Kubur Singapura yang sunyi, di mana angin sepoi-sepoi membawa bisikan masa lalu. Kubur Singapura ini bukan sekadar batu nisam usang; ia adalah simpanan emosi yang dalam, tempat di mana keluarga-keluarga Melayu, Cina, dan India pernah menangis kehilangan. Saya masih ingat saat pertama kali melangkah ke sana—rasa sepi yang menusuk jiwa, seolah-olah roh-roh itu sedang berbisik cerita tentang cinta, penyesalan, dan harapan yang tak kesampaian. Di Dapur Kubur Singapura, emosi itu hidup, walau badan-badan telah lama rehat. Apa yang membuat Dapur Kubur Singapura begitu menyentuh hati? Ia adalah kisah migran yang datang ke Singapura pada abad ke-19, meninggalkan tanah air dengan mimpi besar, tapi akhirnya tidur abadi di sini. Saya bayangkan seorang ibu di Kubur Singapura itu, yang menunggu anaknya pulang dari laut, tapi hanya angin...